Langsung ke konten utama

Postingan

Persahabatan Embun dan Rumput

Pada suatu hari ada sebuah Rumput dan pagi hari itu ada Embun yang menetes. kata Rumput, "terima kasih Embun karena kamu telah membuat tubuhku segar, apa yang harus kuberikan untukmu Embun?" kata Embun "Kau cukup menjadi sandaran bagi ku." Tiba-tiba ada segerombolan kambing datang. Tiba-tiba si Embun berkata pada Rumput "mengapa kamu cemberut??" kata Rumput "aku tidak mau berpisah dengan mu karna kamu sahabatku." Embun berkata lagi pada Rumput "Tetapi kamu harus rela dimakan oleh kambing, jika tidak mereka akan mati." by Diah Kelas 6 SDN Lojikobong 2

BELAJAR DARI SEMUT

Ada seorang kakak-adik, kakak itu selalu sibuk , Dan tak pernah menyapa, sedangkan adiknya selalu menyapa walaupun sedang dalam keadaan yang selalu sibuk . Pada suatu ketika adik-kakak itu pergi ke Sekolah , tiba-tiba ada seorang teman kakaknya yang menyapa, dia malah mengabaikannya. Ketika sampai di kelas, adiknya menesahati kakaknya, "kakak walaupun sesibuk apapun kakak harus menyapa teman, seperti semut yang selalu sibuk  bekerja tetapi selalu tetap menyapa." Mila Karmila  Kelas 6 SDN Lojikobong 2

Wings to Fly

Gue : Kamu pakai jaketku nih, Cewek Gue : kamu gak perlu?   Gue : ga apa-apa kamu pake aja.   Adegan kaya gini paling sering ada di film-film, seorang cowok ngasih jaketnya ke sang cewek untuk dipakai. Lambang pelindung, superioritas, dan ke-essential-an laki-laki yang lebih tegar dari wanita, sekaligus lambang kelembutan wanita yang akan selalu memancarkan aura-aura dengan keindahan tak terhingga yang harus laki-laki jaga dan lindungi. Setiap nonton adegan seperti ini, dulu gue sering banget mencoba meraba-raba mengartikannya. Tapi sekarang gue ngerasain sendiri... rasanya lain banget...

Jajan Kue Putu Dan Kue Klepon Di Pasar Plered

Hari ini cuaca di kota Cirebon dan sekitarnya dari pagi hingga sore ini mendung. Matahari tak menampakkan dirinya di siang ini dan sang mentari yang biasa merona di sore hari pun tak nampak mengiringi perjalanan pulang saya dari kampus sore ini. Menikmati cuaca mendung seperti ini sepertinya sangat pas kalau waktu santai kita di temani dengan  makanan manis dan minuman hangat. Dua menu itu lah yang terbayang oleh saya ketika keluar dari parkiran motor kampus. Sepertinya memang selera ngemil saya sore ini ingin menikmati makanan tempo doeloe. Teman-teman tau kue Klepon dan kue Putu kan??? Inilah makanan tradisonal khas Indonesia. Kue yang berasal dari tepung beras, berwarna hijau, dan isinya gula jawa ini mempunyai rasa yg unik. Makanan ini masih dibuat dengan cara tradisional dengan cara dikukus diatas tempat kukusan. Saat ini sangat jarang sekali dua makanan ini di temukan di sekitar kita. Tapi sore ini saya ingin mencari jajanan tradisional ini meskipun memang aga...

Bercita-cita Menjadi Guru

Mengajar adalah menginspirasi. Memberi ilmu, mendidik dengan hati  -Faisal Effendi, Pengajar Muda 1- Dan saya pinjem kata-kata pak Anies Baswedan “Mengajar adalah tugas setiap orang terdidik.” Saya setuju kalo mengajar itu bukan hanya tugas seorang guru tapi wajib hukumnya setiap orang terdidik untuk mendidik. Termasuk mendidik anak-anak agar terus semangat mengejar cita-cita mereka. Mata pencaharian di kampung saya adalah petani, pedagang, dan ada beberapa pekerjaan lainnya juga termasuk bidan, tentara (TNI) dan guru tapi mungkin hanya beberapa orang saja. Tak heran kalo anda bermain ke kampong saya terus bertanya pada anak-anak tentang cita-cita mereka pasti mereka akan menjawab petani, pedagang, bidan, tentara dan guru. Kalo di kalkulasikan dari cita-cita itu anak perempuan akan menjawab bidan dan anak laki-laki akan menjawab tentara dan pemain sepak bola. Mereka belum tau pekerjaan apa itu fotograper, mereka belum tau pekerjaan apa itu wartawan, mereka belum t...

Si Budi Kecil

…Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal… Lirik lagu milik Iwan Fals ini sering sekali terimajinasi oleh saya, dari suara vokal dan gitar yang dibawakan oleh Iwan Fals, atau pun dari suara teman-teman saya ketika bernyanyi bersama, dengan seadanya. Mulanya saya kira lagu ini berjudul ‘Anak Sekecil Itu’, maklum saja saya tak pernah mendengarnya melalui versi lengkap yang dinyanyikan Iwan Fals. Ternyata lagu ini berjudul ‘Sore Tugu Pancoran’. Tiap kali mendengar lagu ini, ada satu perasaan yang hadir menyelimuti hati saya, yaitu tragis. Kenapa? Karena lagu ini berkisah tentang anak kecil bernama Budi yang harus bekerja sebagai penjual koran sore di kawasan Pancoran, kalau tidak salah ini di kawasan Jakarta Selatan. Ia melakukannya demi tetap dapat bersekolah dan mengenyam pendidikan untuk menggapai cita-cita. Ironis sekali Iwan Fals me...

Kebenaran Cuma Jadi Barang Opini

Menikmati pagi mendung ini saya mendengar lagunya Slank di album Generasi Biru – Indonesiakan Una – , saya sempat menamatkan sedikit liriknya yang mengatakan “ Kebenaran cuma jadi barang opini ” dan sangat mengganjal di kepala ini. Saya sih bukan pemikir atau pakar politik atau bahkan pakar kebenaran… ga, saya bukan. Tapi melihat, mendengar dan merasa, tidak harus menjadi Pemikir, Pakar atau apalah untuk tahu bahwa Negara Indonesia kita yang semakin dijejali dengan pemimpin yang kurang peduli dengan kebenaran, keadilan bahkan kurang peduli rakyatnya. Yang mereka pentingkan adalah kepentingan mereka dan golongannya . Dari Presiden (maaf pak!), Anggota DPR (walau ga semua tapi sebagian besar), Para Menteri sampai para penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan dan lainnya sangat ketara ketidak peduliannya. Carut marut keadilan di Indonesia sangat mengakar dan sangat perlu akan ketegasan dari pimpinan tertinggi kita untuk mencabutnya, kalau bukan beliau siapa lagi?. Dari jamannya...