Langsung ke konten utama

When They are HIV Positive. Where Indonesia will be Taken

That the Youth at the age of 15-29 years are vulnerable to transmission of HIV AIDS virus. Transmission occurs through a variety of things and factors. Youth numbers of HIV-infected AIDS epidemic are increasingly higher. Surely it is a fact bad for Youth Indonesia. Are we going to continue to remain silent, not wanting to know against the spread of HIV AIDS, which is increasingly harmful?. Lets see!!

Youth are our future leaders. It was not just a cliche. At the age which is still less than a quarter century, with the idealism high ideals to be realized, the high spirit and creativity naturally Youth become The movement and change. Youth who will lead the world and the quality of the progress of a nation will see how the behavior of youth. It is conceivable, with various advantages that the Youth have, Creativity without limits, the productive age had destroyed and confounded by the spread of HIV AIDS virus. Try to imagine what will happen with Our Nation when the next 20 years half of its Young People infected with HIV-AIDS?

Do not just surprised but what can we do as teenagers and young people to curb the spread of this. As a result of intravenous drug abuse and sexual activity freely exchange partner / free sex is still a major cause of the high spread of HIV AIDS in adolescents and young people. It was a very surprising fact. Fresh ideas and thinking new thoughts become very expensive when it costs half of those who are HIV positive are young people.

Many factors make the spread of HIV AIDS is a phenomenon of the iceberg. Lack of sex education and reproductive health is still considered taboo by most Indonesian society had a role to be one factor of the high rate of spread of HIV AIDS in adolescents and young people. The nature of teenagers who want to know, like trial and error, went along with, fun, gang, stout and slang resulted in vulnerability to drug abuse trends to free sex and irresponsible. In addition, teens do not get the information as well as sex education and reproductive health accurately, so that the teens were looking for and get yourself that sometimes the source of such information can not be justified. Though they have not fully aware of the impact arising from curiosity further and try they did, that triggers the possibility of contracting or spreading HIV / AIDS to other teens. So not worth it if teens and young as the only party to blame in this fact. Teens still teenagers who need support and guidance. Adolescents with HIV positive is no reason for us as other teens to do stigma and discrimination against them. They're just like us, who need encouragement, support and encouragement to become better and meaningful in his life. Starting was from us.




Stop Stigma and Discrimination.
Lets speak We Care HIV AIDS.

*for the presentation tomorrow

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lari Pagi With Future Leaders

Pagi ini adalah pagi yang penuh keceriaan bagi saya dan  beberapa murid-murid saya dan guru mereka. Selama ini saya melakukan lari pagi sendirian, kalaupun tidak sendirian paling bareng teman, itupun kalo ada yang ngajak  tapi pagi ini saya bersama murid-murid saya meskipun tidak jauh jarak yang di tempuh tapi cukuplah buat membuka semangat baru di pagi ini. Awalnya beberapa anak dan guru mereka sudah berkumpul di depan rumah saya dan mereka mengajak lari pagi bersama, karena saya baru tidur setelah semalam begadang nonton bola saya pun menyuruh mereka untuk berlari duluan. Pada awalnya para guru mengajak murid-murid untuk lari pagi di hari minggu dan mereka menempuh jarak dekat-dekat saja, tiga sampai lima km tergantung jarak rumah mereka. Tetapi hari ini, kami berjanji untuk bangun pagi-pagi sekali dan lari pagi dari Desa Lojikobong sampai  ke Desa Kodasari yang jalannya sekitar 3 km dari rumah saya, bolak-balik berarti sekitar 6km. Saya mul...

Bhinneka Tunggal Ika, Masihkah Ada?

Bhinneka Tunggal Ika, suatu kalimat yang pasti sudah sangat familiar sekali bagi kita, warga negara Indonesia. Seperti yang kita ketahui, kalimat tersebut merupakan salah satu semboyan yang dimiliki bangsa Indonesia. Sebenarnya, Bhinneka Tunggal Ika sendiri merupakan kutipan dari kitab Sutasoma yang diciptakan oleh Mpu Tantular. Nah, karena maknanya yang sangat sesuai sekali dengan keadaan bangsa Indonesia, maka bhineka tunggal ika ditetapkan sebagai semboyang bangsa. Seperti yang kita ketahui, lihat, dan rasakan Indonesia memiliki aneka ragam suku, bangsa, agama, maupun kelompok/golongan. Karenanya, semboyan ini memiliki makna tersendiri bagi kelangsungan bangsa Indonesia, yaitu untuk mengenyahkan segala perbedaan dan keberagaman yang ada dan mengubahnya untuk menjadikan kita semua satu, yaitu Indonesia. Namun, seiring dengan berjalannya waktu. Ada beberapa pertanyaan yang menyangkut Bhinneka Tunggal Ika ini berlalu lalang di batin maupun pikiran saya....

Indonesia

Indonesia itu ga jelek. Tapi emang ga sesempurna yang ceritakan ke kita   di buku pelajaran. Turis yang datang ke Indonesia pasti bilang, Indonesia is rich country but POORLY MANAGE. Saya begitu setuju dengan penggalan kata tersebut. Sebenarnya kita itu tidak mau turun tangan untuk ngeberesin Indonesia. Pemerintah aja yang kita suruh. Karena kita pikir itu kerjaan mereka. Padahal itu tanggung jawab kita juga. Indonesia itu ga sempurna tapi layak diperjuangkan. Kita ga tau rencana kita ke depan apa, tapi yang jelas lu dan gue yang bangun Indonesia pake tangan kita sendiri, kita yang memakmurkan negeri kita yang menjadikan negeri kita mandiri.