Langsung ke konten utama

Hidup Bagai Kertas Putih dan Pencil


Entah apa yg terlintas dibenak saya, muncul opini bahwa hidup kita ini kayaknya seperti kertas putih dengan pensil.  Kertas yg telah di tulisi dengan pensil suatu saat bisa dihapus kemudian dapat ditulisi kembali walapun kertas itu sudah sedikit kotor namun kertas terseutb masih mampu memberikan kita nilai guna.  Begitu dengan hidup kita, Tuhan yg kita percayai selalu memberikan kita kesempatan untuk melakukan yg terbaik buat kita dan org lain dan Tuhan pun sangat begitu banyak memberikan kita Nilai Guna, lalu apakah kita telah memberikan nilai Guna kepada Tuhan??? mungkin perlu banyak pemikiran. Namun saya tetap mensyukuri atas apa yang telah saya raih di saat ini dan saya yakin bahwa semua atas tuntunan Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia

Indonesia itu ga jelek. Tapi emang ga sesempurna yang ceritakan ke kita   di buku pelajaran. Turis yang datang ke Indonesia pasti bilang, Indonesia is rich country but POORLY MANAGE. Saya begitu setuju dengan penggalan kata tersebut. Sebenarnya kita itu tidak mau turun tangan untuk ngeberesin Indonesia. Pemerintah aja yang kita suruh. Karena kita pikir itu kerjaan mereka. Padahal itu tanggung jawab kita juga. Indonesia itu ga sempurna tapi layak diperjuangkan. Kita ga tau rencana kita ke depan apa, tapi yang jelas lu dan gue yang bangun Indonesia pake tangan kita sendiri, kita yang memakmurkan negeri kita yang menjadikan negeri kita mandiri. 

Si Budi Kecil

…Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal… Lirik lagu milik Iwan Fals ini sering sekali terimajinasi oleh saya, dari suara vokal dan gitar yang dibawakan oleh Iwan Fals, atau pun dari suara teman-teman saya ketika bernyanyi bersama, dengan seadanya. Mulanya saya kira lagu ini berjudul ‘Anak Sekecil Itu’, maklum saja saya tak pernah mendengarnya melalui versi lengkap yang dinyanyikan Iwan Fals. Ternyata lagu ini berjudul ‘Sore Tugu Pancoran’. Tiap kali mendengar lagu ini, ada satu perasaan yang hadir menyelimuti hati saya, yaitu tragis. Kenapa? Karena lagu ini berkisah tentang anak kecil bernama Budi yang harus bekerja sebagai penjual koran sore di kawasan Pancoran, kalau tidak salah ini di kawasan Jakarta Selatan. Ia melakukannya demi tetap dapat bersekolah dan mengenyam pendidikan untuk menggapai cita-cita. Ironis sekali Iwan Fals me...