Langsung ke konten utama

Memilih Pilihan

Orang, jika berperilaku, pasti ada penyebabnya, ada pencetusnya. Ketika orang merasa dirinya terjepit, maka naluri bisa memicunya mengeluarkan perilaku yang tak terduga.

Ada benarnya bahwa kita tidak sepantasnya menghakimi seseorang hanya karena suatu tindakan yang kemudian dinisbatkan secara keseluruhan pada dirinya. Benar juga orang berperilaku tertentu pasti ada penyebabnya. Dan dalam banyak hal, penyebab ini merupakan sesuatu yang berada di luar kendalinya.

Namun, respon untuk menanggapi penyebab yang tidak menguntungkan inilah yang berbeda untuk setiap orang. Dengan kata lain, masing-masing individu memiliki pilihan untuk merespons sebuah penyebab. Jadi sangat mungkin, ada dua orang yang mengalamiu peristiwa duka, yang satu dapat menerima dengan hati lapang, sedang yang lain menjadi putusn asa dan kehilangan harapan.


Kecerdasan untuk merespons penyebab negatif dengan cara se-postif mungkin inilah yang mesti selalu diasah. Ini pula yang akan turut membedakan "kualitas" manusia yang satu dengan yang lain. Pilihan respons ini pula yang saya yakin kelak akan dipertanggung jawabkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia

Indonesia itu ga jelek. Tapi emang ga sesempurna yang ceritakan ke kita   di buku pelajaran. Turis yang datang ke Indonesia pasti bilang, Indonesia is rich country but POORLY MANAGE. Saya begitu setuju dengan penggalan kata tersebut. Sebenarnya kita itu tidak mau turun tangan untuk ngeberesin Indonesia. Pemerintah aja yang kita suruh. Karena kita pikir itu kerjaan mereka. Padahal itu tanggung jawab kita juga. Indonesia itu ga sempurna tapi layak diperjuangkan. Kita ga tau rencana kita ke depan apa, tapi yang jelas lu dan gue yang bangun Indonesia pake tangan kita sendiri, kita yang memakmurkan negeri kita yang menjadikan negeri kita mandiri. 

Si Budi Kecil

…Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal… Lirik lagu milik Iwan Fals ini sering sekali terimajinasi oleh saya, dari suara vokal dan gitar yang dibawakan oleh Iwan Fals, atau pun dari suara teman-teman saya ketika bernyanyi bersama, dengan seadanya. Mulanya saya kira lagu ini berjudul ‘Anak Sekecil Itu’, maklum saja saya tak pernah mendengarnya melalui versi lengkap yang dinyanyikan Iwan Fals. Ternyata lagu ini berjudul ‘Sore Tugu Pancoran’. Tiap kali mendengar lagu ini, ada satu perasaan yang hadir menyelimuti hati saya, yaitu tragis. Kenapa? Karena lagu ini berkisah tentang anak kecil bernama Budi yang harus bekerja sebagai penjual koran sore di kawasan Pancoran, kalau tidak salah ini di kawasan Jakarta Selatan. Ia melakukannya demi tetap dapat bersekolah dan mengenyam pendidikan untuk menggapai cita-cita. Ironis sekali Iwan Fals me...