Langsung ke konten utama

Disaaat Kematian Menjemput

"Adakah hal yg lebih membuat kita bersedih dibanding ditinggalkan ayah atau ibu kandung kita untuk selama-lamanya ? Bagaimanakan rasanya menahan kerinduan terhadap ayah/ibu kita yg sudah berada di sisi-Nya ?..." Ini hanyalah sebuah catatan kecil ketika semua orang menunggu berbuka puasa. Catatan kecil sekaligus perenungan diri, sekaligus mencambuk hati. Alhamdulillah kedua orang tua kandungku masih ada di dunia ini.

Aku mengenal beberapa orang teman di dunia nyata maupun di dunia maya (kenal di internet), dimana ayah atau ibu mereka sudah meninggal dunia. Mendengar cerita mereka, atau bahkan hanya membaca status mereka di facebook yg menuliskan kerinduan pada sosok ayah/ibu yg sudah meninggal dunia, sudah cukup membuatku sangat bersimpati. Aku yakin, ungkapan kerinduan mereka sekaligus ungkapan rasa kehilangan adalah kerinduan yg suci, rasa cinta yg tulus, rasa sayang yang ikhlas. Merindukan ayah/ibu mereka, membuat mereka menangis, and i can feel it. Aku membayangkan, andai ayah/ibu ku sudah meninggal, tentu aku pun akan merasakan hal yg sama. Merindukan sosok ibu/ayah yg sudah sepuh, sudah cukup membuatku berkaca, apalagi membayangkan sosok yg berada di akhirat sana, seperti membayangkan sosok yg diluar jangkauan mata.

Dan sore ini, begitu sampai di rumah, aku dapat kabar kalau Bapak salah seorang teman kuliah ku, telah meninggal dunia. Teman ku ini adalah sosok yg lucu, suka bercanda, sosok yang prihatin. Saat ini aku membayangkan seperti apa perasaan temanku yg baru ditinggal ayahnya itu sekarang ?...hampa tentu nya. Tapi sedalam apakah kehampaan itu, hanya dia yg tau. dan Insya Allah kita juga cepat atau lambat akan merasakannya, cepat atau lambat. kematian memang kepastian, hanya masalah waktu. Ia juga misteri, semisteri bagaimana cara kita mati nanti, disaat apa, dan dalam kondisi apa kita nanti mati. Yang jelas semoga kita mati disaat beriman, saat khusnul khotimah, saat bibir kita basah karna berdzikir pada Allah. Semoga kematian kita juga seindah itu saat Khusnul Khotimah.

6 (enam) tahun yg lalu, disaat seorang sahabat ditinggal ibu nya untuk selama-lamanya, setelah ayah nya meninggal lebih dahulu (artinya dia kini yatim piatu). Dia berkata, dengan kalimat yg selalu ku ingat sampai kini, sampai kapanpun : "Allah lebih sayang pada kedua orangtuaku, dibanding rasa sayang saya pada kedua orang tuaku. Makanya Allah segera memanggil mereka untuk berada disisi-Nya. dan Insya Allah saya mengikhlaskan kepergian mereka untuk selama-lamanya". Memang tidak selalu orang tua kita yg meninggal terlebih dahulu, bisa jadi kita yg mendahului mereka.

Bagi temen-temen, sahabat, saudara ku di dunia nyata atau pun yg kenal hanya di dunia maya. Yang ayah atau ibu nya sudah meninggal dunia, aku hanya ingin berkata :
"Bersabar ya, sampaikan rasa rindu yg menggelora sekian lama itu dengan bersujud, bersimpuh, merendahkan diri dan menengadahkan kedua tangan pada pemilik ayah/ ibu. Sampai kerinduan itu dengan doa tulus seorang anak pada ayah/ibu. Sampaikan doa dan kerinduan itu dengan menjadikan diri sebagai anak yg sholeh/sholehah. dan percayalah andaikan almarhum/mah ayah/ibu di alam sana bisa menulis surat bagi kita, mereka pasti akan menulis surat kerinduan itu. "Doakan mereka dengan cinta & ketulusan. Dan mari kita jadikan diri kita insan yg sholeh & bertaqwa, maka kerinduan itu kelak akan berujung pada pertemuan indah saat bertemu di gerbang Ar-Royan, pintu gerbang Surga nya Allah SWT".



(Di tulis sesaat setelah mendengar kabar ayahanda seorang teman meninggal).

Untuk Umi Turut Berduka Cita atas Meninggalnya Ayahanda Tercinta, Semoga Allah SWT melapangkan jalan almarhum menuju surga-Nya dan keluarga yg ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan untuk menerima ketetapan-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I LOVE YOU

Suatu hari sepulang sekolah ketika kami masih duduk di sekolah dasar, Anne, adik perempuanku satu-satunya, berlari-lari menghampiriku. "Kak, aku mau ke perpustakaan kota, tapi aku nggak punya kartu anggotanya." Aku yang tahu betul si kecil Anne-ku tak terlalu suka membaca buku, heran. "Kamu mau pinjam buku apa? Kenapa nggak pinjam buku di perpustakaan sekolah saja?" Anne menggeleng. Tangannya memilin-milin ujung rok dengan gelisah. "Umm, di perpustakaan sekolah bukunya nggak ada sih, Kak." "Buku apa sih? Kakak punya kartunya kok. Ayo Kakak antar," ujarku. Dan kami berdua pun berjalan kaki menuju perpustakaan kota yang tak jauh letaknya dari rumah dan sekolah kami waktu itu. Sesampainya di depan perpustakaan kota, Anne langsung menghambur menuju ke rak-rak berisi buku-buku yang sangat besar. Aku menunggunya sambil membaca majalah. Ia kembali dengan menggotong buku sangat tebal berjudul "Bahasa Isyarat Untuk Pemula". "Ad...

Lari Pagi With Future Leaders

Pagi ini adalah pagi yang penuh keceriaan bagi saya dan  beberapa murid-murid saya dan guru mereka. Selama ini saya melakukan lari pagi sendirian, kalaupun tidak sendirian paling bareng teman, itupun kalo ada yang ngajak  tapi pagi ini saya bersama murid-murid saya meskipun tidak jauh jarak yang di tempuh tapi cukuplah buat membuka semangat baru di pagi ini. Awalnya beberapa anak dan guru mereka sudah berkumpul di depan rumah saya dan mereka mengajak lari pagi bersama, karena saya baru tidur setelah semalam begadang nonton bola saya pun menyuruh mereka untuk berlari duluan. Pada awalnya para guru mengajak murid-murid untuk lari pagi di hari minggu dan mereka menempuh jarak dekat-dekat saja, tiga sampai lima km tergantung jarak rumah mereka. Tetapi hari ini, kami berjanji untuk bangun pagi-pagi sekali dan lari pagi dari Desa Lojikobong sampai  ke Desa Kodasari yang jalannya sekitar 3 km dari rumah saya, bolak-balik berarti sekitar 6km. Saya mul...

I'll Love You For a Thousand years more

"..... I have loved for you a thousand years, I'll love you for a thousand years more...." Pasti kalian tau sebuah penggalan lirik diatas? Yupz, itu lirik dari lagunya Cristina Perri with A Thousand Years. Sebuah soundtrack dari film Breaking Down. Saat ini teman saya memutarkan lagu ini dari laptop yg saya pinjam untum mengetik materi pelajaran untuk saya mengajar hari ini, dan saya langsung suka apalagi mendengar teman saya bercerita tentang isi dari lirik lagu ini. Sepertinya Cristina Perri membawakan lagu ini memiliki makna yang mendalam, apalagi untuk orang-orang yg terwakili hatinya. Terwakili hatinya? Yupz, saya rasa lagu ini sangat tepat mewakili hati saya saat nanti saya bersama murid saya mendengarkan lagu ini disaat perpisahan nanti sambil saya berucap ".... I'll love you for a thousand years more...." Masa tugas saya bersama ke-sembilan teman saya lainnya akan berakhir sekitar 28 hari lagi atau tepatnya sampai tanggal 31 Oktober 2012...