Langsung ke konten utama

Ibu, Ayah... Maafkan Aku

Ibu, Ayah…. Maafkan aku,
jikalau sampai saat ini belum bisa memberikan sesuatu yg bisa membuat kalian bangga. Maafkan kalau selama ini aku yg selalu membuat kalian kecewa dgn semua sikapku yg tak pantas.
Ibu, Ayah….Semoga kalian selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan oleh Tuhan yang Maha kuasa.

Ibu, Ayah….Terimakasih buat setiap hal yg udah Kalian berikan kepadaku, setiap didikan dan ajaran yg telah membentuk ku menjadi seorang manusia seutuhnya, membuat ku mengerti setiap arti dari hidup ini, membuat ku mengerti bahwa dalam setiap kesakitanku, kesenanganku, kebahagiaanku ada Doa kalian yg selalu menyertaiku. Dan dari semua yg telah kalian berikan, aku bersyukur buat setiap kenangan yg telah Kalian ciptakan bersama. Kenangan yg akan ada selamanya didalam hati dan pikiranku. Kenangan yg takkan pernah usang, takkan pernah mati dan takkan pernah hilang dalam waktu.

Ya, Tuhan tolong jangan ambil kedua orangtuaku sebelum aku sempat memberikan sesuatu yg bisa membuat mereka tersenyum bahagia …izinkanlah HambaMu ini melihat Orangtua kami tersenyum bangga pada kami…



Terimakasih Ibu. Terimakasih Ayah aku mencintai kalian. Maafkan anakmu yg sampai saat ini belum bisa membahagiakan kalian mungkin belum sekarang, percayalah aku akan terus berusaha untuk buat kalian tersenyum.

Minal aidzin wal faidzin :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia

Indonesia itu ga jelek. Tapi emang ga sesempurna yang ceritakan ke kita   di buku pelajaran. Turis yang datang ke Indonesia pasti bilang, Indonesia is rich country but POORLY MANAGE. Saya begitu setuju dengan penggalan kata tersebut. Sebenarnya kita itu tidak mau turun tangan untuk ngeberesin Indonesia. Pemerintah aja yang kita suruh. Karena kita pikir itu kerjaan mereka. Padahal itu tanggung jawab kita juga. Indonesia itu ga sempurna tapi layak diperjuangkan. Kita ga tau rencana kita ke depan apa, tapi yang jelas lu dan gue yang bangun Indonesia pake tangan kita sendiri, kita yang memakmurkan negeri kita yang menjadikan negeri kita mandiri. 

Si Budi Kecil

…Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal… Lirik lagu milik Iwan Fals ini sering sekali terimajinasi oleh saya, dari suara vokal dan gitar yang dibawakan oleh Iwan Fals, atau pun dari suara teman-teman saya ketika bernyanyi bersama, dengan seadanya. Mulanya saya kira lagu ini berjudul ‘Anak Sekecil Itu’, maklum saja saya tak pernah mendengarnya melalui versi lengkap yang dinyanyikan Iwan Fals. Ternyata lagu ini berjudul ‘Sore Tugu Pancoran’. Tiap kali mendengar lagu ini, ada satu perasaan yang hadir menyelimuti hati saya, yaitu tragis. Kenapa? Karena lagu ini berkisah tentang anak kecil bernama Budi yang harus bekerja sebagai penjual koran sore di kawasan Pancoran, kalau tidak salah ini di kawasan Jakarta Selatan. Ia melakukannya demi tetap dapat bersekolah dan mengenyam pendidikan untuk menggapai cita-cita. Ironis sekali Iwan Fals me...