Langsung ke konten utama

Motivasi Dari Sahabat

Perjalanan ini bagaikan pertandingan yang tiada kita ketahui kapan garis finisnya. Yang kita ketahui hanyalah kehidupan ini akan terhenti disaat kita bertemu di garis akhir kita masing-masing. Ada pelari yang garis finisnya begitu pendek, dan ada juga yang garis finisnya begitu jauh. Semuanya diberikan sesuai dengan kapasitas kita. Banyak yang menanti, banyak orang disekeliling kita yang selalu memberikan kita dukungan untuk terus berlari dan jangan pernah menyesali apa yang telah kita lalui dibelakang. Hidup ini adalah pilihan. Hidup ini adalah perjuangan. Hidup ini adalah anugrah terindah yang diberikan Sang Khalik kepada umat manusia yang begitu fana.

Begitu indahnya anugrah itu, sampai terkadang manusia begitu tersilaukan dan mencoba mengalihkan pandangannya kepada setiap hal yang bisa dicapainya. Ya. Hidup adalah anugerah yang tiada tara dan tak dapat dibeli oleh siapapun.
Sampai bertemu di garis finis, kawan. Perjuangan kita belum selesai sampai disini. Walau kita akan berjalan terseok-seok, tetap arahkan pandanganmu pada tujuan akhir yang akan menanti. Dalam perlombaan ini, kita akan menghadapi hujan dan badai yang dahsyat. Tapi, ingat. Banyak pendukung kita yang terus memberikan semangat kepada kita tanpa henti, bahkan disaat hanya terlihat segelintir orang atau bahkan disaat tidak ada orang sekalipun yang terlihat didepan mata kita.




Terima kasih Jeni buat motivasinya, semoga saya bisa mensyukuri ini semua dan bisa berusaha untuk memperbaikinya... aamiin :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pasir Guntur Menemanimu Kawan...

Untuk Aku, Kalian, Mereka atau siapa sajalah... Terbesit rasa sakit mendalam menyayat luka lama yang tengah mengering... Mendengarmu diperlakukan seperti "hewan" Begitulah hewan memperlakukan manusia... Tidak ada keselarasan logika, empati dan nurani Atau memang semua telinga itu sudah tertutup oleh gumpalan "conge conge" yang menguning.. Atau mata itu sudah tertutup oleh gundukan "cileuh-cileuh" yang menutupi pipir mata.. Mungkin bahkan pintu Jiwa sebagai Nyawa dari kehidupan sudah terkunci.. TAKUT TAKUT TAKUT....TAKUT ADALAH JIWAMU HEWAN NISTA !!! Ditengah kebingungan akan fenomena reaksi alam... Ditengah kegundahan Teologis akan Kebenaran... Ditengah erangan napas yang tersendat oleh bakteri-bakteri kecil yang Menyummbat.. Aku Tahu Kawan Kau akan Bertahan.... Semangatmu, semangat kita dan SemangatNYA selalu didalam jiwa dan tubuh mu... Biarkan hewan itu memakan rumput-rumput liar saja... lalu teracuni pestisida petani miskin yang tak ...

Gerakan Indonesia Mengajar (GIM): Menebar Mimpi ke Pelosok Desa

Erwin Puspaningtyas dengan laptopnya di rumah sederhana di Passau, Sulawesi Barat Anak-anak muda itu memiliki hampir semua prasyarat untuk hidup nyaman dan sejahtera di kota. Namun, mereka memilih menjadi guru di pelosok-pelosok dusun negeri ini. Inilah kisah kaum muda yang berkomitmen untuk mencerdaskan rakyat. Firman Budi Kurniawan (24) memindahkan gigi sepeda motornya ke gigi satu dan menarik gas dalam-dalam. Sepeda motor bebek itu pun melaju pelan meniti jalan setapak yang menanjak hampir 45 derajat. Suara knalpot yang tadinya menyalak tiba-tiba mengedan. Rintangan pertama dengan susah payah bisa dilalui, selanjutnya sepeda motor itu meluncur bagai roller coaster di jalan penuh batu besar. Baru  satu jam kemudian tiba di sebuah dusun tanpa listrik di tengah hutan. Di antara pepohonan hutan, berdiri rumah-rumah panggung sederhana. Inilah Dusun Beroangin, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, tempat Firman tinggal dan bertugas sebagai...

Lari Pagi With Future Leaders

Pagi ini adalah pagi yang penuh keceriaan bagi saya dan  beberapa murid-murid saya dan guru mereka. Selama ini saya melakukan lari pagi sendirian, kalaupun tidak sendirian paling bareng teman, itupun kalo ada yang ngajak  tapi pagi ini saya bersama murid-murid saya meskipun tidak jauh jarak yang di tempuh tapi cukuplah buat membuka semangat baru di pagi ini. Awalnya beberapa anak dan guru mereka sudah berkumpul di depan rumah saya dan mereka mengajak lari pagi bersama, karena saya baru tidur setelah semalam begadang nonton bola saya pun menyuruh mereka untuk berlari duluan. Pada awalnya para guru mengajak murid-murid untuk lari pagi di hari minggu dan mereka menempuh jarak dekat-dekat saja, tiga sampai lima km tergantung jarak rumah mereka. Tetapi hari ini, kami berjanji untuk bangun pagi-pagi sekali dan lari pagi dari Desa Lojikobong sampai  ke Desa Kodasari yang jalannya sekitar 3 km dari rumah saya, bolak-balik berarti sekitar 6km. Saya mul...